Hallo sahabat pembaca dimanapun anda berada, ini adalah perjumpaan pertama kita dalam blog yang sederhana ini, sebagaimana yang sahabat lihat sendiri, blog ini mengusung tema besar yaitu tentang petani, pertanian dan indonesia yang dominasinya merupakan negara pertanian.
Pada pertemuan pertama ini kita coba mengangkat tema tentang
pupuk.
Naluri manusia ketika melakukan proses bercocok tanam
bermula dari sebuah biji, atau sebatang bibit, atau dari sepotong kayu, yang
mana semuanya itu dimasukkan kedalam tanah sebagai media tanamnya, setelah
proses tersebut maka kita harus menunggu sampai tanaman yang kita usahakan itu
tumbuh dan menghasilkan buah atau bunga atau nilai usaha yang kita harapkan
dari aktifitas menanam tersebut.
Semua tahapan yang kita bahas diatas bisa terjadi jika Allah
mengizinkan tanaman tersebut tumbuh, namun disisi lain terkadang tanaman yang
kita usahakan tersebut mati meragan, sebelum kita melihatnya tumbuh menjulang
keatas langit.
Sampai pada tahapan ini kita masih menyaksikan kekuasaan
Allah dalam menumbuhkan tanaman kita, namun pada kasus lain, ketika usaha
pertanaman ini harus memaksa kita mencapat target tertentu, maka disinilah
timbul masalahnya, “manusia memaksakan kehendaknya menumbuhkan sesuatu yang
sebetulnya dia tidak punya kuasa apapun terhadapnya”, atas dasar inilah lahir
berbagai kebijakan tentang dunia bercocok tanam.
Salah satu kebijakannya soal pertanaman itu adalah “Perlu adanya pupuk sebagai makanan untuk tanaman”, akibat kebijakan yang terkadang lebih sering tidak terkendali ini, membuat usaha bercocok tanam ini menjadi sesuatu yang teramat mahal, bahan-bahan pembuat pupuknya juga mahal, alih alih sebagai pemenuhan kebutuhan pokok manusia, namun yang lebih terlihat disini hanyalah persoalan bisnis, yang mana jika sudah menyinggung masalah bisnis, maka tentu saja tidak hanya sekedar membuat perut kenyang.
Demikianlah yang selalu kita saksikan dari tahun ketahun,
persoalan pokok pangan yang didengung-dengungkan, seolah olah manusia ini
hidupnya hanya untuk makan.
![]() |
| (Tanaman ini tidak menggunakan pupupk sama sekali) |
Padahal Allah menumbuhkan tanaman itu tanpa perlu menggunakan pupuk, bahkan anda sendiri tentu sering menyaksikan sebatang tanaman yang bisa tumbuh subur dan sehat tanpa memerlukan rekayasa manusia, dan itu semua sangat mungkin bagi kita untuk menaman tanaman tanpa memerlukan pupuk sama sekali, sebab sebagaimana yang kita sudah sama-sama saksikan, budaya hidup manusia yang rakus dan takut dengan kelaparan membuatnya melakukan berbagai keburukan.
Kita bisa bercocok tanam tanpa memerlukan pupuk, asalkan
tujuan bercocok tanam itu untuk sekedar memenuhi sesuap pagi dan sesuap petang,
dan ketika dia berlebih barulah kita jadikan kelebihan itu untuk dijual,
sekaligus sebagai bagian dari sikap sosial sesama manusia, yakni berkumpul dan
berbagi kepada orang-orang yang membutuhkannya.
Perhatikanlah bagaimana sekarang dampaknya dari pupuk ini,
kita sudah saksikan sekarang ini (2023) rusia dan ukraina sedang berperang, dan
ketika salah satu dari mereka memonopoli unsur pupuk ini atau unsur pangan ini,
maka tentunya tidak mudah bagi kita sekarang untuk mendapatkannya, hanya untuk
menumbuhkan sebatang tanaman dan mengisi perut manusia saling berperang.

Diskusi & Komentar
Post a Comment